Menjamin Pengelolaan Biaya Pemerintah Guna Mempercepat Pembangunan Nasional

Politik & Pemerintahan

KATAJATIM.COM | SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo (FEB Unitomo) menggelar Knowledge Sharing. Kegiatan yang dibuka langsung Rektor, Bachru Amiq ini mengangkat tema “Pengelolaan Pembiayaan dan Penjaminan Pemerintah dalam Rangka Mendukung Perecepatan Pembangunan Nasional”.

Dalam sambutannya, Amiq mengatakan kegiatan ini menjadi wujud implementasi kerjasama Unitomo dengan Depertemen Keuangan.

“Kegiatan ini akan memberikan pengetahuan dan wawasan baru akan proses dan strategi pembangunan nasional”, ujarnya Doktor Bidang Hukum ini. Selasa, (02/09).

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta dari Dosen dan Mahasiswa ini mendatangkan 2 narasumber Ihda Muktiyanto, Kepala Subdirektorat Pengembangan Pengelolaan Pembiayaan Direktorat Jendreal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) dan Albertus Kurniadi Hendartono, Kepala Subdirektorat Perencanaa dan Analisis kewajiban Kontijensi DJPPR.

Dalam paparannya, Ihda mengatakan di Indonesia masih terdapat kesenjangan penyediaan infrastruktur. Indikator Kesehatan dan Pendidikan masih perlu ditingkatkan. 

“Untuk menciptaan pemerataan infrastruktur perlu membangun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan saat ini”, jelasnya.

Sementara itu, Albertus Kurniadi Hendartono, Kepala Subdirektorat Perencanaa dan Analisis kewajiban Kontijensi menambahkan bahwa infrastruktur yang dibangun memerlukan pembiayaan alternatif, hal ini sebagai langkah pemerataan infrastruktur. 

“Segi pembiayaan memang diperlukan sinergi antara pihak pemerintah dan swasta, agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang dapat dinikmati secara merata,” imbuh Albertus.

Ditemui di sela kegiatan, Dekan FEB, Nur Sayidah mengatakan kegiatan Knowledge Sharing banyak memberikan pengetahuan akan laju perkembangan dan kebutuhan ekonomi di Indonesia. 

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini tentu mendapatkan refrensi dan pengetahuan terkini tentang perkembangan ekonomi di Indonesia”, pungkasnya. (wil/ari)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *