KataJatim.com – – Jember — Suasana Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, tampak semarak pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Ratusan pesepeda tua dari berbagai daerah memadati Lapangan Tegalsari dalam gelaran Ngonthel Bareng “Ambal Warsa Kaping 2”, peringatan ulang tahun ke-2 Komunitas Sepeda Tua BIMA (Ambulu–Jember).
Kegiatan ini diikuti sekitar 650 peserta, sekaligus menjadi ajang silaturahmi komunitas sepeda ontel lintas wilayah. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tamu undangan, di antaranya Wakil Ketua KOSTI Jawa Timur Ir. Ari Bayasi, Ketua KOSTI Jember Izzam Zawawi, Kepala Desa Tegalsari Ambulu Tri Astuti Handayani, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Tegalsari, Tri Astuti Handayani, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan Komunitas Sepeda Tua BIMA yang kembali memilih Desa Tegalsari sebagai lokasi perayaan ulang tahun untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga Tegalsari, kami mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan peringatan ulang tahun Komunitas Sepeda Tua BIMA kembali dilaksanakan di desa kami. Tahun lalu di rumah tua, dan tahun ini di ikon desa kami, Lapangan Tegalsari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa lapangan tersebut merupakan fasilitas milik bersama yang perlu dijaga. Kepala desa mempersilakan seluruh peserta menikmati area kegiatan, sembari berpesan agar kebersihan tetap dijaga setelah acara selesai. Di akhir sambutan, ia menyampaikan doa agar Komunitas Sepeda Tua BIMA semakin kompak, guyub, dan seluruh anggotanya diberikan kesehatan lahir dan batin.
Sebagai simbol peringatan ulang tahun ke-2, Kepala Desa Tegalsari melakukan pelepasan balon, yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan tamu undangan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua KOSTI Jawa Timur, Ir. Ari Bayasi, yang mewakili Ketua KOSTI Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat ulang tahun ke-2 kepada Komunitas Sepeda Tua BIMA Ambulu.
“Semoga ke depan tetap guyub, rukun, dan selamat di perjalanan,” singkatnya, sebelum secara resmi melepas peserta onthel di garis start.
Rombongan peserta kemudian menyusuri rute sejauh 15,5 kilometer, melintasi kawasan pedesaan dengan suasana khas perkampungan, hamparan sawah, serta kebun yang asri. Jalur ini memberikan pengalaman bersepeda yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menyuguhkan keindahan alam pedesaan Ambulu.
Selain kegiatan bersepeda, acara semakin meriah dengan hiburan orkes dangdut serta pembagian hadiah hiburan yang menambah semangat dan keceriaan peserta.
Antusiasme peserta juga tercermin dari kesan yang disampaikan Sastro Sumitro, akrab disapa Adi, peserta yang datang jauh dari Kebumen, Jawa Tengah. Ia mengaku bukan kali pertama mengikuti agenda ngonthel bareng di Jember, namun peringatan ulang tahun ke-2 Komunitas Sepeda Tua BIMA Ambulu memberikan kesan tersendiri baginya.
Menurut Adi, tingginya jumlah peserta dan kekompakan panitia menjadi nilai lebih dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini dipersiapkan dengan serius, tertib, dan tetap hangat dalam suasana kekeluargaan khas komunitas ontelis.
“Saya sering ikut event ngonthel di Jember, dan yang kali ini terasa spesial. Pesertanya antusias, panitianya juga serius dan rapi,” ungkapnya.
Dengan nada bercanda, Adi juga menyoroti keunikan tanggal pelaksanaan acara yang bertepatan dengan 11 Januari, yang menurutnya mengingatkan pada lagu band legendaris GIGI berjudul ‘11 Januari’. Hal itu, kata dia, menambah kesan unik dan mudah diingat dari perayaan Ambal Warsa Kaping 2 ini.
Di akhir kesannya, Adi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Komunitas Sepeda Tua BIMA Ambulu, sembari menggaungkan yel-yel khas ontelis.
“Selamat ulang tahun yang ke-2, sukses selalu. Seduluran selawase!” serunya dengan penuh semangat.
Kesan tersebut menjadi penutup manis rangkaian Ngonthel Bareng “Ambal Warsa Kaping 2”, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dirasakan bermakna oleh warga lokal, tetapi juga meninggalkan impresi positif bagi peserta dari luar daerah.
Melalui gelaran “Ambal Warsa Kaping 2” ini, Komunitas Sepeda Tua BIMA Ambulu tidak hanya merayakan perjalanan komunitasnya, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, pelestarian budaya sepeda ontel, serta kedekatan antara komunitas dan masyarakat desa. Sebuah perayaan sederhana namun sarat makna, yang menjadikan gowes sepeda tua sebagai ruang silaturahmi lintas generasi. iz
