KRAKSAAN Katajatim – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Kraksaan dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta monitoring dan evaluasi (monev) stabilisasi harga dan pasokan barang penting (LPG 3 Kg) di wilayah Kecamatan Kraksaan, Selasa (14/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan tim dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mehdinsareza Wiriarsa, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Arie Kartikasari serta sejumlah pejabat lainnya.
Tim monev melakukan pengecekan langsung ke agen LPG 3 Kg di Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan untuk melihat langsung stok dan sistem distribusi yang dilakukan. Kemudian dilanjutkan ke dua pangkalan di Desa Kalibuntu. Selain itu, rombongan juga menyambangi pengecer serta masyarakat sebagai konsumen.
Dari hasil pemantauan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Fahmi AHZ mengatakan tidak ditemukan adanya pengurangan alokasi distribusi LPG 3 Kg di tingkat agen maupun pangkalan.

“Kami sudah mengecek langsung ke agen dan pangkalan. Tidak ada pengurangan jatah harian. Alokasi yang berkisar 3.000 hingga 5.000 tabung per hari masih berjalan normal,” ujarnya.
Meski demikian, di lapangan masih terdapat keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal tersebut, Wabup Fahmi menilai kondisi tersebut lebih dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat.
“Rantai pasok dari SPBE ke agen hingga pangkalan masih aman. Namun konsumsi memang meningkat sejak Ramadhan hingga pasca Lebaran. Bahkan di beberapa wilayah tradisi Lebaran berlangsung lebih lama hingga sebulan,” jelasnya.
Selain faktor konsumsi terang Wabup Fahmi, isu kelangkaan yang beredar di media social (medsos) juga disebut turut memicu kepanikan masyarakat hingga terjadi pembelian berlebih. “Kami menghimbau masyarakat tidak panik. Stok aman, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan,” tegasnya.
Terkait harga, Wabup Fahmi memastikan harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.000. Namun, diakui masih ditemukan harga lebih tinggi di tingkat pengecer. “Di pangkalan sudah sesuai HET Rp18.000. Kalau di pengecer bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000. Ini yang sedang kami dalami,” terangnya.
Menurut Wabup Fahmi, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi. “Jika ada pelanggaran, kami akan tindak lanjuti. Sanksinya bisa berupa administratif hingga pencabutan izin usaha,” lanjutnya.
Wabup Fahmi juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik distribusi yang tidak sesuai aturan, termasuk penyaluran LPG 3 Kg yang tidak melalui pangkalan resmi. “Dengan kegiatan ini kami berharap stabilitas harga dan pasokan LPG 3 kilogram tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

