Probolinggo, Katajatim.com-
Mengusung topik parenting, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar talkshow bersama para anggotanya. Yakni talkshow bertajuk “Peran Orang Tua di Era Digital: Screen Time versus Quality Time.”, Rabu (7/5) pagi di Aula kantor dinas setempat. Membuka acara, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, didampingi Ketua DWP Kota Triyuli Susilowati Rey Suwigtyo dan Kepala Disdikbud Siti Romlah.
Dalam laporannya, Ketua DWP Kota menyampaikan bahwa talkshow ini bertujuan untuk mendorong terciptanya pola asuh (parenting) yang berkualitas di tengah-tengah anggota keluarga. ”Membantu orang tua merumuskan strategi penyeimbangan antara screentime dan quality time untuk memperkuat ikatan emosional,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menekankan bahwa teknologi memang penting dalam kehidupan manusia. Namun, Ina berpesan agar para orang tua tetap mengutamakan quality time bersama keluarga.
“Teknologi memang memudahkan, tapi jangan sampai teknologi menjauhkan yang dekat. quality time atau waktu berkualitas bukan soal berapa jam kita duduk di sebelah anak, tapi soal seberapa hadir hati dan pikiran kita untuk mereka,” pesannya.
Dirinya juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan gawai dan teknologi secara bijak. “Melalui talk show hari ini, saya mengajak ibu ibu hebat semuanya untuk menemukan keseimbangan. mari kita kendalikan gawai, sebelum gawai mengendalikan keluarga kita,” ajaknya.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan Lomba Sajian Ketan Kratok sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo, yang diikuti oleh perwakilan anggota DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Beberapa kreasi yang diusung di antaranya Sakera (Sarapan Ketan Kratok Hati Gembira), Bukrak (Buket Kratok Kedupok), Ketok Jelita (Ketan Kratok Suji, Telang Istimewa, Nangka Ditambah Pisang), serta Tantolang (Ketan Kratok Kreasi Telang).
Salah satu peserta. Ida mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam mengolah ketan kratok terletak pada tekstur ketan yang keras dan kratok yang cenderung pahit, sehingga memerlukan ketelatenan ekstra. “Proses pembuatan keratok itu melalui empat tahap pemasakan. Setiap tahap berlangsung sekitar 10 menit. Pada tahap keempat, waktu memasak ditambah sekitar 5 menit untuk menghilangkan rasa pahit sekaligus membuat teksturnya lebih empuk, Sementara itu, bahan dasar ketan harus direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 6 jam agar tidak ada bagian yang keras,” terang Ida.
Hadir pula meninjau lomba kreasi ketan kratok yakni Ketua Tim Penggerak PKK Kota dr. Evariani. (Ag)


