KataJatim.com – MADIUN – Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Garda Prabowo (GP) Madiun, Eko Hadi Susilo, kembali akan menggelar Jalan Patriot sejauh sekitar 620 kilometer dari Madiun menuju Istana Negara, Jakarta.
Perjalanan akan dimulai pada awal Juli 2026 dan ditargetkan tiba di Jakarta pada 15 Agustus 2026.
Mengusung tema “Melangkah untuk Persatuan, Bergerak untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi simbol semangat kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.
Jalan Patriot merupakan gagasan yang telah dipelopori Eko selama bertahun-tahun dan menjadi identitas perjuangan yang terus dijalankan bersama Garda Prabowo Madiun.
Sebelumnya, Eko telah melaksanakan sejumlah perjalanan kebangsaan, yakni Madiun–Jakarta (2017), Napak Tilas Madiun–Banyuwangi (2020), Kuta Bali–Hambalang dalam rangka Deklarasi Dukungan kepada Prabowo (2022), serta Madiun–Ibu Kota Nusantara (2024).
“Kami berjalan bukan untuk mencari popularitas, tetapi membawa pesan bahwa Indonesia dibangun oleh persatuan. Setiap langkah adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan ajakan agar seluruh anak bangsa menjaga kebersamaan, gotong royong, serta semangat Merah Putih,” ujar pria yang akrap dipanggil Eko Lontong.
Selama perjalanan, rombongan akan singgah di berbagai daerah untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen bangsa sebagai upaya memperkuat persatuan nasional.
Sementara itu, Tim Advokasi Garda Prabowo Madiun, M Ali Fauzi menyatakan bahwa Jalan Patriot akan terus dijadikan agenda rutin dan menjadi ikon perjuangan kebangsaan yang digagas oleh Eko.
“Jalan Patriot adalah identitas perjuangan yang dibangun oleh Ketua Garda Prabowo Madiun, Eko. Kegiatan ini akan terus kami lestarikan sebagai gerakan moral yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kebersamaan, kepedulian terhadap rakyat kecil, serta semangat persatuan Indonesia,” ujar Tim Advokasi GP Madiun.
Melalui Jalan Patriot 2026, Garda Prabowo Madiun berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang mempererat persaudaraan, memperkuat nasionalisme, dan mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. tm
