Satu-satunya Saksi Sejarah Tragedi 10 November Surabaya Yang Masih Hidup Ikut Hadir Dalam Pembukaan Cafe Dhe Ringgit Bromo

Daerah Kuliner Pengusaha

Katajatim – Probolinggo – Dhe Ringgit Cafe yang berada di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur secara resmi dibuka, Selasa (7/11/23) pukul 18:30 wib. 

Pemilik Dhe Ringgit Cafe, adalah,  Dik Doyo ( Dhe Yoyok)  Desa Wonokerto  kecamatan Sukapura. Arah tempat Wisata Internasional Gunung Bromo.  Selain Dhe Ringgit Cafe, Dik Doyo ( Dhe Yoyok) juga memiliki  Yoschis  Hotel Bromo yang lokasinya berhadapan dengan Dhe Ringgit Cafe yang baru di resmikan.

Adapun peresmian di hadiri oleh ” Amad umur 103 tahun dari Surabaya satu-satunya saksi sejarah 10 November Surabaya, Hadir pula Ketua Adat Nusantara Provinsi Jawa Timur Kanjeng Pangeran Panji Kristian Sabilal Busung Cipto Negoro PJ, Kapolresta Probolinggo “AKBP Wadi Sya’bani SH.SIK.MH yang di dampingi oleh Wakapolresta Kompol subiantana SH.MH, Koramil Sukapura Pelda. Dodik H. Serta Kades Sapikerep Suwandi, Kades Menyono Novan, Hadir pula tokoh tokoh agama serta tokoh tokoh adat.  Bahkan dalam kesempatan ini Gus Dr.Haris Damanhuri dari pondok pesantren Zainul Hasan Genggong juga turut Hadir.

Sebelum acara pengguntingan pita di Dhe Ringgit Cafe Dik Doyo ( Dhe Yoyok) menyerahkan pusaka sebuah keris yang panjangnya  2 Meter 12 Cm.  

“Dhe Yoyok kepada tim media menjelaskan,” Bahwasanya memang mengkoleksi beberapa pusaka, yang mana pusaka itu sebetulnya dari generasi ke generasi, karena saya ingin sekali melestarikan keris pusaka apa saja yang ada di bumi Nusantara dan kebetulan saya kedatangan Mbah Amad, ini saksi hidup nya 10 November dan beliau adalah kerabat dari Pahlawan Nasional Bung Tomo, turut hadir pula Ketua Adat Nusantara Jawa Timur Kanjeng Pangeran Panji  Kristian Sabilal Busung Cipto Negoro PJ.

Lebih lanjut Dhe Yoyok memaparkan,” kita sama sama sekarang merajut kebersamaan,  kita akan bersama-sama melestarikan budaya dan seni, maupun kearifan lokal yang ada di  Bromo” paparnya

Panjang pusaka keris ini 2 meter 12 cm, sedangkan keris ini di Jawa Timur ada dua, yang satunya sudah di bawa Pangeran Brunai Darussalam,” imbuhnya

Sementara guest service  “Zen”  menjelaskan tentang asal Mula nama Dhe Ringgit Cafe,” Kenapa ini di kasih nama Dhe Ringgit Cafe,  karena di belakangnya itu adalah gunung ringgit, sedangkan nama Dhenya, kenapa memakai D, bukan the, karena kalau kata the berasal  bahasa inggris, D ini artinya adalah Pak Dhe Yoyok, jadi enak kalau ke Bromo mampir ke Dhe Ringgit Cafe dan hotelnya Yoschis Hotel Bromo,” pungkasnya 

Selanjutnya pengguntingan pita sebagai simbol bahwa Dhe Ringgit Cafe telah di buka, pengguntingan pita oleh Amad yang sudah berumur 103 tahun. Sedangkan, Pintu Dhe Ringgit Cafe dibuka oleh Gus Dr. Haris Damanhuri Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *